News Update :

Global News

More news »

Tutorial blogger

More Tutorial »

Informasi Gadget

Lirik lagu lainnya »
Showing posts with label CERPEN. Show all posts
Showing posts with label CERPEN. Show all posts

SETELAH KAU MENIKAHIKU

“Sebelumnya, aku ingin tanya satu hal, dan ini sangat sangat penting,
jadi aku perlu jawaban terjujurmu. Apa kau percaya kepadaku?”
Kutatap Idan dengan dahi berkerut. Ia telah jadi sahabatku selama
puluhan tahun. Banyak yang berubah dalam hidupku, dan setidaknya enam
lelaki telah hadir dan menghilang dari hidupku. Hanya Idan yang tak
berganti. Ia seakan-akan selalu siap mengulurkan tangan menolongku,
sementara sense of humor-nya tak pernah gagal membantuku keluar dari
depresi yang paling parah sekalipun. Kalau ada satu laki-laki di dunia
yang kuhadapi dengan skeptisisme nyaris nol, hanya Idan orangnya.
“Ya. Aku percaya kepadamu.”
“Kalau begitu, percayalah bahwa yang kulakukan ini semata-mata untuk
kebaikanmu. Percayalah bahwa aku sama sekali tidak memiliki niat jahat
terselubung di balik ideku ini. Percayalah.”
“Idan! ” potongku tandas. “Ide apa?”
“Aku ingin mengajakmu mengadakan sebuah eksperimen,” ia bicara dengan
hati-hati, kedua matanya terpancang pada ekspresi wajahku. “Kita akan
melakukan pernikahan.”
“Apa?”
“Simulasi!” lanjut Idan sesegera mungkin. “Tentu saja lengkap dengan
semua formalitasnya, lamaran, akad nikah, kalau perlu honey moon….”
“Bulan madu?”
Idan mengangkat tangannya menyuruhku diam, ”Simulasi”. Sekali lagi,
simulasi. Setelah itu kita akan menjadi suami istri —-simulasi—- sambil
mempelajari kenapa kebanyakan manusia yang normal dan waras begitu
berambisi untuk berumah tangga. Kalau pada akhir eksperimen kau merasa
yakin bahwa kerugiannya tidak sebanding dengan keuntungannya, kita
bercerai dan kau bisa hidup lajang, merdeka selama-lamanya. Kalau
ternyata kau kecanduan hidup sebagai istri, kita bercerai dan kau bisa
cari suami yang paling cocok untukmu. Anggaplah ini Sebagai tes untuk
melihat apa kau akan memilih menikah atau tidak. Tanpa komitmen, tanpa
penalti. Bagaimana?”
“Idan,” desisku. “Ini ide terbodoh yang pernah kudengar.”
“Semua gagasan jenius selalu diolok-olok pada awalnya,” sanggah Idan
mantap. “Pikirkan, Pit. Ini satu-satunya cara supaya kita bisa belajar
seperti apa pernikahan itu sebenarnya tanpa perlu sungguh-sungguh
menikah. Kau tidak mungkin melakukannya dengan laki-laki selain aku,
yang telah terbukti memiliki sifat ksatria, dapat dipercaya dan teguh
pendirian….”
“Serius, Idan, serius!”

penasaran dengan kelanjutan kisah ini? memang benar benar terlalu sayang untuk di lewatkan. download aja kelanjutan kisah ini disini gratis tis tis tis kok.........

BIDADARI UNTUK IKHWAN

“Ustad, kalaulah ustad sudah memandang ana pantas menikah. Dan akhwat yang antum
pilihkan itu adalah yang terbaik buat ana. Ana, bersedia ustad!” ucapku lirih.
“Alhamdulillah.. baik kalau gitu kita atur besok.” Ustad Fadlan terlihat sangat senang.
“Ustad. Kalau boleh tahu, siapa nama akhwatnya?” tanyaku
“Namanya, Zahra! Insya Allah antum tidak akan kecewa!” ucap ustad Fadlan tegas
sambil tersenyum. Dikamar, aku memikirkan apa yang telah aku ucapkan. Entah aku begitu bimbang
dengan perkataanku. Atau mungkin aku terlalu terburu-buru menjawabnya. Aku
seharusnya meminta waktu untuk memikirkannya. Aku tak tahu harus berbuat apa.
Kebimbangan menggelayuti diriku. Pikiranku melayang, entah apa yang aku pikirkan.
Seakan, bayang-bayang sekilas wajah-wajah wanita yang aku kenal berjalan bergantian.
Nova, wanita cantik itu berjalan sambil tersenyum padaku. Wajah indonya memukauku.
Sungguh kecantikan yang luar biasa dianugerahkan Allah pada gadis kafir itu. Ukhti
Farah, bagaikan seorang bidadari yang tersenyum anggun padaku. Wajahnya tertunduk,
malu. Sesekali matanya melirikku dan saat aku melihat matanya dia langsung
menunduduk. Benar-benar seorang bidadari. Sungguh wanita-wanita dambaan pria.
Tetapi mereka akan lepas dariku. Mereka tidak akan menjadi milikku. Dan aku tidak
boleh lagi memikirkan mereka. Memang benar kata teman-temanku kalau “Ikhwan juga
manusia, punya rasa cinta juga. Jangan samakan dengan Rasulullah.”

penasaran pada kelanjutan kisah ini? download aja disini gratis 100% kok... :D

CINTA LELAKI BIASA

Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak
menyukai Rafli.
Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.
Tapi kenapa?
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa,
dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa,
dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.
Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.
Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!
Cukup!

penasaran? mo membaca kejanjutan jalan cerita ini? download aja pdf nya disini gratis 100% gan :D

PEMBAWA KABAR DARI ANDALUSIA

Semilir angin musim semi memancarkan keindahan di salah satu sudut kota pengantin;
Andalusia. Di sekitarnya taman-taman dan tunas pepohonan tersinari cahaya matahari berwarna
keemasan. Ia memang tampak seperti lingkaran emas!
Di bawah kedua bukitnya, mengalir sungai yang bening laksana perak murni. Perahu-perahu
kecil berlayar membentangkan layar bagaikan kepak sayap merpati dan hijau daun yang
merindukan bunga. Para nelayan bertolak dengan diiringi nyanyian. Penuh cinta.... Penuh cita.
Sarat kesungguhan dan patriotik! Mereka melantunkan nyanyian dengan bermusikkan angin
sepoi-sepoi namun terdengar layaknya seorang penyanyi mahir dengan suara merdu. Sebuah
nyanyian yang menyirnakan ombak derita, tercopot oleh setiap bait lagu yang mereka nyanyikan.
Di atas sungai, terbentang jembatan panjang yang dibangun Umar bin Abdul Aziz. Jembatan itu
berdiri tegak dengan angkuh, seolah hendak menunjukkan kejayaan pemerintahan abad ke-XVII.
Kokohnya seakan tengah menyuratkan pesan ketidakmampuan zaman mana pun untuk
menandinginya.
Demikianlah gambaran Cordova pada tahun 423 M. Pada masa pemerintahan Abu Hazm bin
Jahwar di saat para penguasa terlena gelimang jabatan dan kekayaan" sehingga banyak timbul
kekacauan, kesengsaraan, bahkan kemusnahan kota tersebut.
Inilah Cordova pada masa sang pahlawan, Lidinillah, harapan dunia dan kiblat setiap umat.
Dialah sosok panutan belahan timur dan barat. Pancaran cahayanya mampu membinarkan mata
di mana setiap pencari ilmu dari seluruh pelosok negeri berguru kepadanya. Mudah-mudahan
mereka mendapatkan ilmunya walau sedikit. Atau, mereka bisa mendapat petunjuk di tempat api
klik disini untuk membaca kelanjutan cerita ini free download

AKU MENGGUGAT AKHWAT DAN IKHWAN

Entah kenapa, aku seperti berbunga-bunga saat melihatnya. Apalagi saat dia
berjalan diperkampungan kumuh itu. Aku bagaikan melihat seorang mujahid, yang
melangkah pasti dalam barisan tentara Allah. Seorang penjuang yang terus
mendambakan surga ketimbang dunia. Seorang yang tiada hentinya berdakwah dalam
arus ketidakpastian dalam materinya. Seorang yang merasa tidak pernah kekurangan
dalam segala hal selain pahalanya. Bahkan untuk urusan dunia sekalipun. Dia tidak
pernah terlihat menginginkannya. Ya Allah, teguhkanlah sikap dia tetap dijalanmu!
Hadiahkan bidadari kepada dia didunia maupun disurga-Mu. Aku benar-benar
bangga terhadap dia. Aku tidak akan layak untuk bisa mendampinginya. Sungguh
seorang ikhwan yang begitu tegar dalam perjuangan-Nya. Subhanalah. Ucapku lirih
dalam hati.
klik disini untuk kelanjutan cerita novel ini free download

motor

rubrik motor lainnya »

Mutiara kata

Mutiara kata lainnya »
 

© Copyright Pucanglaban News 2010 -2011 | Edit by Tim Pucanglaban News | Published by Pucanglaban News .